Menurut Kantor Berita ABNA, Ayatullah Husein Nouri Hamedani dalam penyampaian pelajarannya hari ini Kamis (27/9) di Masjid A'dzam Qom Republik Islam Iran seraya menyinggung masalah berlangsungnya Sidang Umum PBB di New York mengatakan, dalam pertemuan tersebut Amerika menunjukkan duka cita atas terbunuhnya dubes mereka di Libya, akan tetapi sebenarnya itu adalah usaha pencitraan mereka agar terlihat seolah tertindas.
Pihak-pihak yang mendukung Zionis dengan membantu produksi film penistaan kepada Nabi Muhammad Saw dan membangkitkan kemarahan ½ milyar umat Islam, tidak seharusnya bersikap seolah-olah tertindas, tambahnya.
Untuk menjawab semua yang telah dilakukan Amerika, semua Kedubes Negara ini yang berada di Negara-negara Islam harus ditutup, tegasnya. Gelombang protes yang dilakukan kaum muslimin dinilainya sebagai gerakan suci yang harus dilanjutkan, karena teriakan menentang penindas adalah budaya yang bernilai tinggi di dalam Islam.
Ia menambahkan, kebahagiaan dunia dan akhirat berada di tangan ulama, ulama yang terjun ke dalam berbagai bidang kehidupan spiritualitas, politik, sosial, budaya dan yang lain. Ulama yang mengamalkan ilmunya dan menggunakannya demi kemajuan masyarakat.
Ulama harus melakukan apa-apa yang dilakukan para Nabi yaitu berperang dengan pemerintahan-pemerintahan korup dan mendirikan pemerintahan Ilahi di tengah masyarakat, tandasnya.
Sehubungan dengan tuduhan Amerika soal produksi senjata nuklir Iran, ia mengatakan, mereka melemparkan tuduhan ini kepada Iran sementara Israel menimbun senjata-senjata nuklirnya dalam jumlah banyak. (IRIB)